Rabu, 15 Oktober 2014

ESTETIKA

KAJIAN POLA ESTETIK ROMANTISME
DALAM KARYA SULTAN TAKDIR ALISYAHBANA (Roman Tahun 30-an)

PENDAHULUAN

Estetika merupakan kata yang berasal dari Yunani aesthesik yang berarti perasaan. Estetika merupakan cabang filsafat yang mempelajari objek yang indah (berhubungan dengan teori keindahan). Berhubungan dengan keindahan alam, karya seni, dan pengalaman yang ada pada diri seseorang. Estetika merupakan cabang filsafat yang pertama kali dipakai oleh Baumgarten (1758). Namun, sebenarnya sudah ada beberapa filsuf yang menekuni bidang ini, antara lain ; Plato, Aristoteles, Agustinus, dan Vico. Estetika menjadi rumpun ilmu yang berdiri sendiri dan sangat luas lingkupnya. Rumpun estetik ini dapat disebut dengan estetik modern/ilmiah.

Aliran-aliran pemikiran yang tumbuh dan berkembang memberi sumbangan pada estetika. Munculnya berbagai pemikiran mengenai teori keindahan karya seni diawali oleh para filsuf dari Yunani (Plato sebagai pelopornya) dan filsuf Romawi. Pemikiran pada masa Renaessance, kemudian berkembang menjadi berbagai macam aliran pemikiran pada masa modern sekitar abad 18 sampai abad 20.

Aliran-aliran pemikiran tersebut adalah Rasionalisme dan Empirisme (sekitar abad 18). Abad 19 muncul aliran Idealisme Jerman dengan tokohnya Immanuel Kant. Aliran Romantik pun muncul di abad 19. Akhir abad 19 tumbuh aliran Impresionisme dan Ekspresionisme. Kemudian, aliran-aliran tersebut juga terdapat di dunia seni. Abad 20 bermunculan aliran kesenian seperti Simbolisme, Judgenstil, Fauvisme, Surealisme, Kubisme, Abstrak, dan lain-lain.

Berbagai aliran tersebut tidak hanya dikenal dalam seni lukis. Aliran-aliran tersebut di kemudian hari dipakai untuk menunjukkan perkembangan-perkembangan dan pandangan serupa yang masuk dalam cakupan seni atau konteks seni lainnya seperti seni pahat, arsitektur, sastra, musik, dan tari.

Sastra merupakan bagian dari seni yang bersifat estetis selain bersifat etis. Sastra dikatakan memiliki fungsi estetis karena indah, maka secara otomatis sastra akan memberikan keindahan bagi para penikmatnya atau pembaca. Karya sastra berbeda dengan teks nonsastra karena berdasarkan fungsi dan susunan intern karya sastra berfungsi estetik dalam suatu lingkungan kebudayaan tertentu. agar dapat berfungsi secata estetis teks sastra disusun secara khas (bobot semantik). Hubungan antara bobot semantik dan organisasi intern (susunan struktur) tergantung pada jenis estetika yang berlaku dalam lingkungan kebudayaan tertentu (Hartoko & Rahmanto, 1986 : 125).

Aliran romantik yang merupakan bagian dari aliran-aliran yang telah disebutkan di atas juga berkembang di Indonesia. Aliran romantik mempengaruhi gaya berekspresi para seniman dalam menuangkan imajinasinya. 




(lanjut materi berikutnya : Kajian Teori)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar